Thumbnail Berita
profile

Yoga Yudha Tama

|

riksa-uji-listrik

29 Apr 2025

Cara Tepat Menggunakan Earth Tester untuk Sistem Pentanahan

Sistem pentanahan atau grounding memiliki peran penting sebagai pelindung utama dari berbagai gangguan listrik. 

Grounding berfungsi untuk mengalirkan arus bocor atau gangguan, seperti petir atau lonjakan listrik, langsung ke tanah, sehingga perangkat listrik dan manusia di sekitarnya tetap aman. Untuk menjamin efektivitasnya, setiap sistem instalasi listrik wajib memiliki sistem pentanahan yang sesuai standar. Berdasarkan bentuknya, sistem ini dibagi menjadi tiga, yakni elektroda batang, elektroda plat, dan elektroda pita. Semuanya harus mengikuti standar yang telah ditetapkan dalam PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik). Menurut PUIL 2000 dan Permenaker No. Per.02/Men/1989, nilai tahanan dari sistem pentanahan tidak boleh melebihi 5 ohm. Angka ini merupakan batas maksimum agar sistem grounding tetap bekerja optimal dan aman.


Untuk mengetahui apakah sistem pentanahan telah memenuhi standar tersebut, kita perlu melakukan pengukuran menggunakan alat yang disebut Earth Tester atau Resistance Tester. Earth Tester merupakan alat ukur kelistrikan yang dirancang khusus untuk mengukur nilai tahanan grounding. Salah satu merek yang sering digunakan di lapangan adalah Kyoritsu, yang tersedia dalam versi analog dan digital. Meski berbeda tampilan, cara penggunaannya hampir serupa. Earth Tester terdiri dari unit pengukur, tiga kabel pengujian, dan dua elektroda bantu yang ditancapkan ke tanah.


Berikut langkah-langkah penggunaan Earth Tester yang dapat Anda ikuti:

1. Periksa daya baterai
Pastikan kondisi baterai dalam keadaan baik sebelum digunakan. Hampir semua Earth Tester dilengkapi dengan indikator baterai. Jika indikator menunjukkan daya lemah, segera ganti baterai agar hasil pengukuran tetap akurat.

2. Lakukan kalibrasi nol (zero adjust)
Putar sakelar pengukuran ke posisi "Earth Resistance". Sambungkan kabel uji sesuai terminal, lalu lakukan penyesuaian hingga jarum menunjuk ke angka nol pada versi analog, atau tunggu indikator siap jika menggunakan versi digital.

3. Sambungkan kabel pengukuran
Tancapkan dua elektroda bantu ke tanah sejajar dengan elektroda grounding utama, dengan jarak yang cukup (biasanya 5–10 meter). Hubungkan kabel hitam ke elektroda utama, kabel hijau ke elektroda bantu pertama (P), dan kabel merah ke elektroda bantu kedua (C).

4. Lakukan pengukuran
Setelah semua kabel dan elektroda terpasang dengan benar, aktifkan Earth Tester dan baca hasil pengukurannya. Jika nilai tahanan yang terbaca kurang dari 5 ohm, maka sistem grounding Anda dalam kondisi aman. Namun jika lebih, maka perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan.


Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat memastikan sistem pentanahan berfungsi dengan baik dan sesuai standar keselamatan. Pemeriksaan secara berkala menggunakan Earth Tester akan membantu mencegah potensi bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh sistem grounding yang bermasalah.

Author

profile

Yoga Yudha Tama

Tim IT Akindotama